BLOG

/

Blog

/

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengirim Barang

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengirim Barang

Cargo Udara

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengirim Barang

Jakarta – Mengirim barang terlihat seperti proses yang sederhana. Namun, masih banyak pengirim yang melakukan kesalahan sehingga barang terlambat sampai, mengalami kerusakan, bahkan dikenakan biaya tambahan. Baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, memahami kesalahan umum dalam pengiriman dapat membantu proses distribusi berjalan lebih lancar dan efisien.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi :

1. Menggunakan Kemasan yang Tidak Sesuai

Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan kemasan yang tidak cukup kuat. Barang yang mudah pecah, elektronik, atau produk bernilai tinggi memerlukan perlindungan tambahan agar tetap aman selama perjalanan.

Solusi:

  • Gunakan kardus yang kokoh.
  • Tambahkan bubble wrap atau foam sebagai pelindung.
  • Sesuaikan ukuran kemasan dengan isi barang agar tidak mudah bergeser.

2. Tidak Memperhatikan Berat Volume

Banyak pengirim hanya memperhatikan berat aktual, padahal perusahaan ekspedisi juga menghitung berat volume. Barang yang ringan tetapi berukuran besar bisa dikenakan biaya berdasarkan berat volumenya.

Solusi:
Gunakan kemasan yang efisien dan hindari ruang kosong yang berlebihan agar dimensi paket tetap optimal.

3. Alamat Pengiriman Tidak Lengkap

Kesalahan penulisan alamat masih sering menjadi penyebab keterlambatan pengiriman. Alamat yang kurang jelas membuat kurir kesulitan menemukan lokasi tujuan.

Pastikan mencantumkan:

  • Nama penerima.
  • Nomor telepon aktif.
  • Alamat lengkap beserta patokan jika diperlukan.
  • Kode pos yang benar.

4. Tidak Memberikan Informasi Jenis Barang

Beberapa jenis barang memerlukan penanganan khusus, seperti barang pecah belah, cairan, makanan, atau barang elektronik. Jika informasi ini tidak disampaikan, risiko kerusakan dapat meningkat.

Solusi:
Berikan informasi yang jelas kepada penyedia jasa pengiriman mengenai karakteristik barang yang dikirim.

5. Mengabaikan Aturan Barang yang Dilarang

Setiap perusahaan ekspedisi memiliki ketentuan mengenai barang yang tidak dapat dikirim atau memerlukan dokumen khusus.

Baca Juga:  Cargo Murah Soekarno Hatta Solusi Pengiriman via Udara

Contohnya:

  • Bahan mudah terbakar.
  • Bahan kimia berbahaya.
  • Barang ilegal.
  • Produk yang memerlukan izin tertentu.

Pastikan memahami syarat dan ketentuan sebelum melakukan pengiriman.

6. Tidak Melakukan Packing Tambahan untuk Barang Fragile

Mengirim barang pecah belah tanpa perlindungan tambahan dapat meningkatkan risiko kerusakan selama proses bongkar muat maupun transportasi.

Solusi:
Tambahkan label “Fragile” dan gunakan pelindung tambahan sesuai jenis barang.

7. Menunda Pengiriman Hingga Mendekati Tenggat Waktu

Mengirim barang pada saat-saat terakhir dapat meningkatkan risiko keterlambatan, terutama ketika volume pengiriman sedang tinggi seperti menjelang hari raya atau musim belanja.

Solusi:
Lakukan pengiriman lebih awal agar memiliki waktu cadangan apabila terjadi kendala operasional.

8. Tidak Menyimpan Bukti Pengiriman

Sebagian pengirim langsung membuang resi atau dokumen pengiriman setelah barang dikirim.

Padahal dokumen tersebut sangat penting untuk:

  • Melacak status pengiriman.
  • Mengajukan komplain jika terjadi kendala.
  • Mempermudah proses klaim apabila diperlukan.

9. Tidak Memastikan Nilai Barang

Untuk barang bernilai tinggi, pengirim sebaiknya mendeklarasikan nilai barang sesuai kondisi sebenarnya. Hal ini penting agar proses administrasi maupun perlindungan pengiriman dapat dilakukan dengan tepat.

10. Memilih Jasa Pengiriman Hanya Berdasarkan Harga

Harga murah memang menarik, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya pertimbangan. Pilih penyedia jasa yang memiliki reputasi baik, cakupan wilayah yang sesuai, layanan pelanggan yang responsif, serta sistem pelacakan yang memadai.

Tips Agar Pengiriman Berjalan Lancar

Sebelum mengirim barang, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan alamat penerima sudah lengkap dan benar.
  • Gunakan kemasan yang kuat dan sesuai.
  • Sesuaikan ukuran kemasan agar tidak menambah berat volume.
  • Periksa kembali dokumen atau persyaratan khusus jika diperlukan.
  • Simpan resi atau bukti pengiriman hingga barang diterima.
Baca Juga:  Mengenal Istilah dalam Logistik dan Ekspedisi dan Fungsinya

Kesimpulan

Sebagian besar kendala dalam pengiriman barang sebenarnya dapat dicegah dengan persiapan yang baik. Mulai dari memilih kemasan yang tepat, memastikan alamat lengkap, hingga memahami aturan pengiriman, setiap langkah berperan penting dalam menjaga barang tetap aman dan sampai tepat waktu. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, proses pengiriman akan menjadi lebih efisien, aman, dan minim kendala.